Awal 2020 ini keluarga BlessTea – PT Cakap larut dalam semangat BlessTea Goes to Japan. Ya, negara yang dikenal dengan negeri matahari terbit dan negeri sakura ini akan jadi salah satu destinasi wisata bagi member yang tupo minimal 100 pv/bulan dan 5 jalur ke bawahnya masing-masing 1.800 pv/tahun.
 
Jepang, selain terkenal dengan panoramanya yang indah, juga dikenal dengan budayanya yang luhur. Banyak pakar manajemen dan kepemimpinan terinspirasi oleh etos kerja bangsa Jepang dan menerapkan prinsip-prinsip budaya Jepang dalam seminar leadership mereka.
 
Sambil mempersiapkan diri menyongsong tour ke Jepang, mari kita simak ringkasan buku “Kiraweru Yuki” yang ditulis Ichiro Kishimi & Fumitake Koga. Intisari buku ini dibuat oleh Dr. Hassanudin Abdurakhman, kolumnis Facebook lulusan Universitas Tohoku (ζ±εŒ—ε€§ε­¦) Jepang. 4 poin yang ditulisnya semoga mampu memompa semangat kita semua untuk bisa berangkat ke Jepang.
 
Selamat membaca…
 
Beranikah Anda menjadi orang yang tidak disukai? Buku ini dalam bahasa Jepang berjudul “Kirawareru Yuki”, artinya berani dibenci. Artinya, tantangannya lebih tajam lagi, bukan tidak disukai, tapi dibenci. Tapi kenapa kita harus jadi orang yang tidak disukai? Apa untungnya?
 
Buku ini bukan panduan untuk menjadi orang yang tak menyenangkan. Buku ini berisi ajaran filsafat yang isinya, jangan takut jadi diri sendiri, meski untuk jadi diri sendiri itu kita mungkin akan dibenci atau tidak disukai banyak orang. Atau setidaknya, jangan bebani hidupmu dengan berusaha menjadi orang yang disukai banyak orang.
Tapi, bukankah kita ini makhluk sosial yang perlu menjalin hubungan dengan orang lain? Betul. Tapi sekali lagi, hiduplah dengan cara yang wajar. Artinya, bergaullah dengan sosok yang patut. Jangan berpikir untuk menyenangkan semua orang. Orang yang fokus untuk menyenangkan semua orang, akan membuang karakter dirinya sendiri. Ejekan Steve Job,”Kalau kamu mau menyenangkan semua orang, jangan jadi pemimpin, jadilah penjual es krim.”
 
Kalau kita berpegang pada suatu nilai, boleh jadi kita tidak akan menyenangkan bagi sekelompok orang. Saya, misalnya, telah memilih untuk berpegang pada nilai-nilai rasional, menjadikan akal sebagai pedoman hidup. Banyak yang menjadi tidak senang dengan pilihan saya itu. Teman, bahkan saudara. Juga publik yang membaca tulisan-tulisan saya. Tapi saya memilih untuk jadi diri saya.
 
Ada beberapa prinsip yang dapat dipelajari dari buku ini.
 
1. Masa Lalu tidak Menentukan Masa Depan
Berhentilah meratapi masa lalu, kalau misalnya masa lalu itu tidak menyenangkan. Apalagi sampai menjadikannya alasan untuk berhenti menapak masa depan, alias putus asa. Masa depan ditentukan oleh setiap tindakan kita sekarang. Berpikir dan bertindaklah untuk mencapai masa depan yang kita inginkan. Setiap detik yang berlalu sekarang adalah saat bagi Anda untuk memahat masa depan Anda.
 
2. Hidupmu bukan Kompetisi dengan Orang Lain
Maksudnya adalah janhan menakar diri dan pencapaianmu dengan pencapaian orang lain. Kawan seangkatan mungkin sudah jadi direktur, profesor, atau pengusaha sukses. Jangan lihat mereka. Tanyalah dirimu, apa yang kau inginkan? Jangan menginginkan hidup orang lain. Setelah tahu apa yang kau inginkan, rumuskan langkah-langkah untuk mencapainya, lalu ikhtiarkan jalan pencapaiannya. Apapun yang kamu capai adalah hidupmu sendiri. Berbahagialah dan banggalah dengan capaianmu.
 
3. Fokuslah pada hidupmu
Karena ini adalah hidupmu, fokuslah pada hidupmu. Fokus untuk mencapai tujuanmu. Jangan terlalu hirau dengan orang lain. Jangan mengurusi hidup orang, dalam arti mencampuri urusan kehidupan mereka.
 
4. Beranilah Jadi Orang Biasa
Sukses tidak diukur dengan jumlah harta maupun tingginya jabatan. Sukses artinya engkau merumuskan tujuanmu sendiri, dan berjuang mencapainya. Bila tercapai, itulah sukses. Kau tak harus kaya, juga tak harus punya jabatan tinggi. Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri.

One Thought on “Kiraweru Yuki – Berani Tidak Disukai”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *