Wahai jomblo, apa pelajaran dari kisah Prambanan?

Setelah berhasil menguasai Kerajaan Baka, Bandung Bondowoso bertemu dengan Roro Jonggrang dan jatuh hati pada kecantikannya. Akan tetapi, Roro Jonggrang menolak ketika Bandung Bondowoso melamarnya. Jelas saja, lelaki yang melamarnya itu adalah pembunuh ayahnya dan penjajah negerinya, siapa pula yang bersedia?

Karena terus didesak, akhirnya Roro Jonggrang mengiyakan dengan syarat yang sulit, membuat sumur dan seribu candi dalam waktu semalam. Permintaannya pun dikabulkan. Sumur yang diinginkannya, selesai sudah. Sedangkan candi sudah berjumlah seribu, naris selesai, tinggal satu lagi, yaitu sudah ada 999 candi. Dalam pengerjaan seribu candi dalam semalam ini, Bandung Bondowoso dibantu oleh jin dan makhluk halus lainnya.

Roro Jonggrang pun mulai panik. Akhirnya, dengan bantuan perempuan-perempuan desa dan dayangnya, Roro Jonggrang menumbuk padi dan membakar jerami seolah pagi sudah datang. Semua makhluk halus yang membantu Bandung Bondowoso pun akhirnya pergi sebelum menyelesaikan genap seribu candi pesanan Roro Jonggrang.

Setelah mengetahui bahwa ini adalah kecurangan Roro Jonggrang, dan hanya tipu muslihat, Bandung Bondowoso pun meradang, dan murka. Kemarahan Bandung Bondowoso tak terbendung, dan akhirnya Ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung, yang menjadi bagian dari candi tersebut. Dan, kisah inilah yang dianggap menjadi asal mula beberapa situs bersejarah di Jawa, seperti Candi Prambanan, Keraton Ratu Baka, Candi Sewu, dan Arca Durga.

Namun, dari cerita legenda ini, ternyata ada pelajaran yang bisa dipetik. Terutama bagi para jomblo, untuk tidak memberikan harapan palsu kepada seseorang yang ingin berusaha mencintai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *